Free Web Hosting by Netfirms
Web Hosting by Netfirms | Free Domain Names by Netfirms

kisah 1
kisah 1 kisah 2 kisah 3 kisah 4

 

Up

Seorang Sopir yang Berbicara Lantang

Tidak banyak yang mengenalnya , kecuali sebagai seorang sopir angkot jurusan terminal Bubulak ke Ciherang, perawakan lulusan Sekolah Dasar inipun tidak lebih dari 160 cm. Dialah ISKANDAR, seorang warga RW 7, RT 10 Desa Ciherang, Kecamatan Darmaga, Kabupaten Bogor. Tidak berpendidikan tinggi tapi mampu berpikir luas, sedikit bicara tapi mampu menganalisa dengan cermat setiap persoalan yang akhirnya menghantarkan beliau menjadi menjadi ketua bidang Kepemudaan Pimpinan Ranting sebuah Partai Dakwah.

            Hal yang paling berkesan tampak saat beliau dengan supel mengajak bercanda beberapa mahasiswa yang bersama kader desa menjelang PEMILU Legislatif 2004, Tepatnya bulan 23 Mei 2004, bertepatan dengan rapat evaluasi kinerja tim pemenangan PEMILU Desa Ciherang terjadi perbedaan persepsi antar setiap kader desa yang menemui banyak fenomena kecurangan

Begitu banyak “bantuan dengan pamrih” yang masih terjadi untuk merebut simpati warga, sebut saja pembagian sembako gratis, bagi bagi uang pembinaan untuk kegiatan hari besar, hingga bantuan pembuatan kaos tim sepak bola desa dengan salah satu sponsor satu partai besar. Tidak tanggung-tanggung nota kesepakatannya bahwa setiap pemberian bantuan berujung pada penekanan pemilihan (baca: pencoblosan) pada partai “penyumbang” tersebut. 

“ Bapak-bapak sekalian , mengingat perjuangan kita yang begitu berat , saya yakin bahwa kita akan bersama-sama melewati ujian ini, jangan khawatir  ini baru sebagian dari batu sandungan yang mesti kita singkirkan dari jalan dakwah kita dengan satu kata istiqamah, yah memang dengan itulah kita akan mampu melawan setiap godaan duniawi yang banyak menimbulkan fitnah dalam berdakwah” salah satu isi sambutan Ketua Pimpinan Ranting sebuah partai yang sekaligus petani  sukses versi majalah trubus 2002, Bapak Ir. H. Mulyono.

Beliau menambahkan, ”boleh jadi dalam perjalanan nanti ada yang akan menawari saudara sekalian dengan segudang imbalan yang tidak bakal ditemui di sini (baca: partai dakwah), ingat ambil uangnya, ambil kaosnya, tapi jangan coblos partainya”. Hampir semua mengangguk setuju, namun hanya satu orang yang tampak gelagat mengangkat tangan ”Oh. Gak bisa gitu Pak, tidak konsisten namanya”sergah Kang Is (panggilan akrab Pak Iskandar).

Pernyatan tadi sempat me4mbuat yang hadir menatap kang IOsdengan openuh tanda Tanya, “ yah kalu menutru senua tidak apa-apa , ya silakan tapi bagi saya lebih baik hidup pas pasan tanpa tercampurai uang haram daripada harus makan uang tersebut”, kata kang Iskandar. Tapi Bukankah uang yang mereka pakai untuk menyuap kita itukan uang dari pajak yang kita bayyrakan ke pemerintah, artinya duit kita  kembali”, jawab Pak Mulyono.

“Ya makanya kita kasih contoh kepada mereka bahwa uang itu udah nggak benar, bukan malah menbambah dosanya lagi dengan menerima uang haram itu” sambung Kang Iskandar